::HIZBIYYUN::

Manhaj Dakwah Jama’ah Tabligh

Juli 13, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Syaikh Sa’d Al-Hushain berkata, “Tidak diketahui adanya suatu deklarasi tentang manhaj jama’ah ini”. Dia tidak menggunakan administrasi modern dalam menjalankan urusan-urusannya, namun yang berjalan hanyalah trik-trik dan pelaksanaannya dengan cara yang sederhana seperti masa lalu tanpa butuh peradaban internasional yang diimport.

Tidaklah yang tampak dari anggota biasa tentang manhaj kegiatannya selain membaca: sepuluh surat terakhir dari Al-Quran, Al-Fatihah serta kitab Riyadhush Shalihin karya Imam An-Nawawi dan kitab Hayatush Shahabah tulisan Al-Kandahlawi yang berisi kisah-kisah para shahabat yang kebanyakannya tidak benar, membaca dua kitab ini hanya untuk yang berbangsa Arab saja. Juga kitab Tablighi Nishab (Tablighku adalah pangkal segalanya) tulisan Muhammad Zakariyya untuk selain bangsa Arab berisi keutamaan beramal berdasarkan kisah, hadits lemah, hadits palsu, khurafat dan bid’ah pada kebanyakannya sedangkan ia tidak terlepas dari syirik sebagaimana akan saya bawakan sedikit contohnya Insya Allah. Baca terus →

→ Tinggalkan KomentarKategori: Hizb Tablighi
Ditandai: ,

Perkembangan Dakwah Jama’ah Tabligh

Juli 13, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Abul Hasan An-Nadwi berpendapat dalam suratnya kepada Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah bahwa Syaikh Muhammad Ilyas memilih cara ini dalam berdakwah setelah adat istiadat mem-buatnya putus asa dari melakukan perbaikan di kampungnya183.

Saya katakan: Perbaikan macam apa yang dapat diharapkan dari seorang yang mengimani wihdatul wujud jika yang dimaksud adalah perbaikan yang sebenarnya-. Adapun yang mereka anggap sebagai perbaikan ialah memasukkan umat ke dalam paham sufisme dan keberhalaan mereka, yakni iman kepada kuburan, melakukan i’tikaf di sana dan mempertuhankan penghuninya, sebagaimana dikatakan oleh Al-Hushain dalam kitab Haqiqatud Da’wah ilallah (halaman 63). Baca terus →

→ Tinggalkan KomentarKategori: Hizb Tablighi
Ditandai: ,

Apakah Wihdatul Wujud itu?

Juli 13, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Wihdatul wujud ialah sebuah pemikiran melenceng yang diyakini oleh orang-orang zindiq kaum sufi, mereka senantiasa melantunkannya di dalam syair-syair mereka dan mengungkapkannya di dalam tulisan-tulisannya. Berikut sejumlah besar ungkapan mereka yang menunjukkan kepandiran akalnya, buruk akidah dan busuknya pemahaman mereka berupa; sampah kekafiran dan pelencengan kezindiqan yang membuat hati gemetar mendengarkannya, lisan merasa sangat tidak pantas untuk mengucapkan dan memperdengarkannya, serta manusia akan sempit dadanya dari menuliskannya, sehingga dikatakan “Semoga engkau terlindungi dari keburukan mendengarkannya”.

Akan tetapi kami mesti menulis apa adanya agar menjadi bukti yang ada di balik mereka. Syaikh Abdurrahman Al-Wakil mantan Kepala Ansharussunnah Mesir mempunyai sebuah kitab yang kecil bentuknya namun besar faedahnya, saya telah memilikinya beberapa tahun lalu. Ketika membacanya, maka saya menulis kalimat berikut yang sungguh saya menganggapnya termasuk dari amal shalehku: Baca terus →

→ Tinggalkan KomentarKategori: Hizb Tablighi
Ditandai: ,

Biografi Pendiri dan Latar Belakang Berdirinya Jama’ah Tabligh

Juli 13, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

PENJELASAN TENTANG PENYIMPANGAN JAMA’AH TABLIGH

Jama’ah Tabligh adalah salah satu dari jama’ah dakwah yang hingga sekarang tetap eksis keberadaannya. Jama’ah ini didirikan pada pertengahan abad XIV H yang lalu, oleh Syaikh Muhammad Ilyas bin Muhammad Isma’il Al-Kandahlawi.

Biografi Pendirinya

Muhammad bin Ilyas pendiri jama’ah ini dilahirkan pada tahun 1302 H, menghafal Al-Quran, membaca Kutubussittah (Kitab hadits yang enam) berdasarkan metodologi Dyubandi, bermazhab Hanafi, berakidah Asy’ari-Maturidi dan beraliran sufi. Baca terus →

→ Tinggalkan KomentarKategori: Hizb Tablighi
Ditandai: ,

Membantah Rafidhi: Masalah Klaim mereka tentang Kurangnya Al-Quran

Juli 13, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Di antaranya adalah apa yang mereka sebutkan dalam buku-buku hadits dan ilmu kalam milik mereka bahwa Utsman mengurangi sesuatu dari Al-Quran, di mana sebenarnya dalam surat Alam Nasyroh setelah firman Allah subhanahu wa ta’ala ورفعنالك ذكرك (Asy-Syarh: 4) ada ayat yang berbunyi  وعلياصـهرك  dan Ali adalah menantumu. Kemudian Utsman menghilangkannya karena hasad, di mana mereka berdua sama-sama menantu Rasulullah (lantas dalam ayat ini cuma Ali yang disebutkan, ed-).

Mereka mengatakan bahwa surat Al-Ahzab itu dulunya seukuran surat Al-An’am, lantas Utsman menghilangkan darinya ayat-ayat tentang fadhilah keluarga dekat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dikatakan bahwa mereka telah menampakkan di masa ini dua surat yang mereka sangka bahwa keduanya merupakan bagian dari Al-Quran yang dulu disembunyikan oleh Utsman, masing-masing surat seukuran satu juz yang mereka tempatkan di akhir mushaf. Mereka namakan salah satunya dengan surat An-Nu’aim dan yang lain surat Al-Wala’.50 Baca terus →

→ Tinggalkan KomentarKategori: Hizb Rafidhi
Ditandai: ,

Membantah Rafidhi: Masalah Tuduhan Mereka tentang Murtadnya para Sahabat radhiyallahu ‘anhum

Juli 13, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Di antaranya, bahwa diriwayatkan oleh Al-Kisysyi48 yang bagi orang-orang Rafidhah adalah orang yang paling tahu dan paling terpercaya tentang keadaan rawi dan selainnya, dari Al-Imam Ja’far Ash-Shadiq radhiyallahu ‘anhu49 -dan sungguh mustahil beliau mengatakan hal ini- bahwa dia berkata, “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, para sahabat semuanya murtad kecuali empat orang: Al-Miqdad, Hudzaifah, Salman, dan Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu -”

Kemudian dikatakan kepada beliau, “Bagaimana dengan keadaan Ammar bin Yasir?” Beliau menjawab, “Dia melarikan diri kemudian kembali.” Baca terus →

→ Tinggalkan KomentarKategori: Hizb Rafidhi
Ditandai: ,

Membantah Rafidhi: Masalah Pengingkaran Kepemimpinan Para Khulafaur Rasyidin

Juli 8, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Di antaranya adalah pengingkaran mereka terhadap keabsahan kepemimpinan Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu26, dan pengingkaran terhadapnya memberikan konsekuensi menuduh fasik orang yang membaiatnya serta orang yang meyakini bahwa kekhalifahannya sah.

Padahal beliau telah dibaiat oleh para sahabat termasuk ahli bait seperti Ali radhiyallahu ‘anhu, dan mayoritas umat juga meyakini keabsahannya27. Sedangkan memfasikkan mereka berarti menyelisihi firman Allah subhanahu wa ta’ala, Baca terus →

→ Tinggalkan KomentarKategori: Hizb Rafidhi
Ditandai: ,

Membantah Rafidhi: Masalah Wasiat Kekhalifahan

Juli 8, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Ulama mereka, Ibnul Mu’allim23, berkata dalam kitabnya, Raudhatul Wa’izhin24, “Sesungguhnya Allah menurunkan Jibril kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di perjalanan kepulangannya menuju Madinah ketika Haji Wada’. Jibril berkata, ‘Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala mengirim salam untukmu dan mengatakan kepadamu, Angkatlah Ali sebagai pemimpin dan ingatkan umatmu akan kepemimpinannya.’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, ‘Wahai saudaraku Jibril, aku khawatir mereka akan bersepakat untuk menimpakan mudharat kepadaku, maka mintakan ampunan untukku kepada Rabbku.’ Baca terus →

→ Tinggalkan KomentarKategori: Hizb Rafidhi
Ditandai: ,

Definisi Rafidhah dan Pencetusnya

Juni 23, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Orang pertama yang mencetuskan paham Rafidhah adalah Abdullah bin Saba’ si Yahudi dari kalangan Yahudi Yaman. Dia menampakkan keislaman kemudian datang ke Madinah pada masa khalifah yang lurus, Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu.

Mereka dinamakan dengan Rafidhah (kaum yang meninggalkan) karena mereka meninggalkan Zaid bin ‘Ali, ketika mereka meminta beliau untuk menyatakan putus hubungan dengan Abu Bakar dan Umar, tetapi beliau justru mendoakan rahmat untuk mereka berdua. Maka mereka mengatakan, “Jika demikian, kami akan meninggalkanmu”. Beliau berkata, “Pergilah! Kalian adalah Rafidhah (orang-orang yang meninggalkan).” Baca terus →

→ Tinggalkan KomentarKategori: Hizb Rafidhi
Ditandai: ,