Gambar

Membantah Syi’ah: Masalah Mereka Menjadikan Hari Asyura sebagai Hari Berkabung

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمٰنِ الرَّ حِيْمِ

Masalah Mereka Menjadikan Hari Asyura sebagai Hari Berkabung[188]

Di antara keburukan orang-orang Rafidhah, mereka menjadikan hari kematian Al-Husain radhiyallahu ‘anhu sebagai hari berkabung. Mereka tidak berhias, menampakkan kesedihan, mengumpulkan para wanita untuk meratap, menggambar kubur Al-Husain radhiyallahu ‘anhu, menghiasinya, dan berthawaf padanya di jalan-jalan sambil mengatakan, “Wahai Husain.” Mereka terlalu berlebihan dalam hal itu dengan keekstriman yang diharamkan.

Semua ini adalah bid’ah. Meninggalkan berhias merupakan sikap berkabung yang diharamkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  sebagaimana hal itu datang dalam kitab Ash-Shahih.[189]

Adapun niyahah (meratapi mayit), termasuk kemungkaran jahiliyah terbesar dan akan berakibat dari apa yang mereka lakukan berbagai kemungkaran serta keharaman yang tidak terhitung banyaknya.

Semua ini adalah bid’ah dan kemungkaran. Orang yang melakukannya, ridha terhadapnya, yang membantunya, dan menjadi pegawainya, semuanya berserikat dalam bid’ah. Adapun orang yang berusaha untuk menghilangkannya, ikhlas karena Allah subhanahu wa ta’ala, maka diharapkan dia akan mendapat pahala yang besar. Baca lebih lanjut

Iklan
Gambar

Membantah Syi’ah: Keserupaan Mereka dengan Majusi

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمٰنِ الرَّ حِيْمِ

Di antara keserupaan mereka dengan majusi:

  • Majusi meyakini adanya dua tuhan, cahaya dan kegelapan dan mereka mengatakan bahwa Allah pencipta kebajikan sedangkan syaithan pencipta keburukan.
  • Majusi menikahi mahram sendiri, demikian pula Syi’ah ekstrim melakukan hal tersebut.
  • Majusi meyakini tanasukh (reinkarnasi)[186], demikian pula mereka meyakini tanasukh (reinkarnasi).[187] Baca lebih lanjut
Gambar

Membantah Syi’ah: Keserupaan Mereka dengan Nashrani

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمٰنِ الرَّ حِيْمِ

Di antara keserupaan mereka dengan Nashrani:

  • Nashrani menyembah Al-Masih Isa. Demikian pula orang-orang ekstrimnya mereka menyembah Ali dan keluarganya radhiyallahu ‘anhum.
  • Nashrani berlebihan dalam menyanjung Isa, demikian pula ekstrimnya Rafidhah berlebihan dalam menyanjung ahli bait sampai-sampai mereka menyetarakan dengan kedudukan para nabi.
  • Mereka menggauli wanita di duburnya ketika keadaan haid dan Nashrani biasa menggauli istri-istrinya di tempat keluarnya darah haid (di kemaluannya ketika haid). Baca lebih lanjut
Gambar

Membantah Syi’ah: Masalah Keserupaan Mereka dengan Yahudi

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمٰنِ الرَّ حِيْمِ

Termasuk dari keburukan Rafidhah adalah keserupaan mereka dengan Yahudi. Mereka mempunyai banyak kemiripan dengan Yahudi, di antaranya:

  • Mereka menyamai Yahudi yang telah menuduh Maryam yang suci dengan perbuatan zina, dengan menuduh istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Aisyah yang bersih dengan kedustaan. Dengan sebab itulah mereka melepas keimanan.
  • Mereka menyerupai Yahudi dalam ucapannya, “Sesungguhnya Dina bintu Ya’qub keluar dalam keadaan perawan, lantas seorang musyrik merenggut keperawanannya.” Dan dengan ucapan mereka, “Sesungguhnya Umar merampas puteri Ali radhiyallahu ‘anhu.”
  • Mereka memakai mahkota yang termasuk dari pakaian Yahudi Baca lebih lanjut
Gambar

Membantah Syi’ah: Masalah Pengingkaran terhadap Qadar

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمٰنِ الرَّ حِيْمِ

Di antaranya ucapan mereka,

“Sesungguhnya Allah tidak mentakdirkan apapun juga di masa azali dan bahwa Allah tidak pernah dan tidak akan menginginkan kejelekan.”[176]

Padahal, Imam Muslim meriwayatkan bahwa firman Allah subhanahu wa ta’ala,

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (Qomar: 49) turun ketika orang-orang musyrik mendebat dalam masalah itu.[177]

Sebagian tokoh ulama mengatakan bahwa telah diriwayatkan banyak hadits yang diriwayatkan melalui lebih dari seratus orang sahabat dalam masalah penetapan takdir dan yang berkaitan dengannya.[178]  Telah datang pula dari beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, Baca lebih lanjut